Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui skema pendanaan dari Tropical Forest Conservation Act (TFCA)-Sumatra mengembangkan sistem informasi deteksi dini konflik manusia gajah berbasis WebGIS melalui pemanfaatan mobile applications dan bioakustik di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh-Jambi. Proyek ini telah dijalankan selama dua tahun, terhitung sejak awal 2022. Bioakustik memegang peranan kunci dalam proyek ini, di mana sinyal vokalisasi gajah memungkinkan deteksi keberadaan gajah dari jarak jauh, sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mendeteksi potensi konflik lebih dini. Dengan menggabungkan data bioakustik yang telah dikumpulkan selama berjalannya proyek dan mengintegrasikannya dengan WebGIS dan aplikasi mobile, inovasi ini diharapkan menjadi solusi tambahan bagi upaya mitigasi konflik manusia-gajah.
Temukan lebih lanjut tentang bagaimana inovasi ini memilik peluang besar untuk membantu menjaga keharmonisan manusia dan satwa liar, terkhususnya gajah! Selengkapnya tonton video melalui channel youtube kami!
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=uYr9D9LZCdg[/embedyt]