Sebuah kesempatan berharga bisa melakukan penelitian kelapangan pada masa pandemi covid19 saat ini. Kami berkesempatan melakukan penelitian mengenai Keragaman Anura Menggunakan Pendekatan Bioakustik. Lokasi penelitian berada di demplot SJB desa Karangsari, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian akustik ini merupakan pilot project dan harapannya dapat digunakan sebagai database bagi monitoring demplot SJB kedepannya. Bagi yang penasaran apa itu SJB bisa mampir ke https://jangkabenah.org untuk informasi lebih lanjut.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keragaman anura di kebun sawit monokultur, demplot SJB, agroforestri sawit rakyat dan hutan alam. Kemudian membandingkan kemampuan deteksi keragaman anura menggunakan metode Passive Acoustic Monitoring (PAM) dengan metode Visual Encounter Survey (VES).
Pemasangan Song Meter Bioakustik
Penelitian diawali dengan survei lokasi. Kemudian dilakukan pemasangan song meter buatan Wildlife Acoustik pada tiap grid yang telah ditentukan, dengan total grid sebanyak 6 grid. Pemasangan song meter dilakukan di tangah grid sebanyak 1 buah. Ketinggian pemasangan song meter berada pada 1,5 meter di atas permukaan tanah. Song meter di tempelkan di pohon atau batang sawit menggunakan tali (Gambar 1). Usahakan kondisi sekitar song meter agak terbuka dan tumbuhan atau pohonnya tidak terlalu rapat agar suara tidak terhalang. Pemasangan song meter di barengi dengan pemasangan logger untuk mengukur suhu dan kelembaban udara. Perekaman dilakukan selama 3x 24 jam untuk tiap gridnya.

Tak lupa kami tempelkan tulisan yang menandakan bahwa ini adalah alat penelitian, beserta nama dan nomor Hp untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan ada alat yang kami gunakan (Gambar 2). Kemudian yang juga harus dilakukan adalah meminta izin sehari sebelumnya pada pemilik lahan setiap akan melakukan pemasangan dan survei agar lebih aman dan tidak dikira maling/ pencuri buah sawit hehehe. Nantinya hasil rekaman suara akan di lakukan analisis dan identifikasi menggunakan bantuan software Raven Pro buatan Cornell Lab of Ornithology, Cornell University.

Survey Pagi dan Malam
Selain melakukan pemasangan song meter, dilakuan juga inventarisasi anura secara langsung menggunakan metode VES with line transek. Survey dilakukan pagi dan malam hari. Survey pagi dilakukan mulai pukul 8 hingga 11, sedangkan survey malam di mulai pukul 18 hingga pukul 21.00 (Gambar 3).

Katak yang paling sering dijumpai adalah jenis Hylarana baramica. Reptil yang paling sering dijumpai adalah kadal Eutropis rudis. Beberapa satwa liar lainnya yang dijumpai antara lain burung, dan mamalia kecil seperti tikus (Gambar 4).

Selain data suara dan satwa, juga diambil data-data lingkungan untuk menjelaskan habitat anura (Gambar 5).

Tantangan
Kondisi jalan berlumpur ketika hujan dan berdebu ketika cerah menjadi salah satu tantangan. Debu dan panas dapat dihalau menggunakan masker, kacamata dan topi. Sedangkan jalanan berlumpur perlu ekstra hati-hati dan ekstra tenaga untuk menyeimbangkan motor agar tetap seimbang (Gambar 6).

Ditulis oleh : Cahyandra Tresno Anggoro