Ketika kebakaran hutan terjadi, yang paling sering terlihat adalah langit yang berubah abu, bau asap yang menyengat, kerugian ekonomi, dan berita tentang luas hutan yang terbakar. Namun di balik itu, justru fenomena ini menjadi salah satu ancaman utama bagi keanekaragaman hayati. Sayangnya, pengetahuan kita mengenai dampak ekologis tidak langsung dari kebakaran hutan melalui paparan asap masih terbatas, terutama di wilayah tropis yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi.
Mereka mungkin tidak terlihat di layar televisi atau media sosial ketika kebakaran terjadi. Tidak ada rekaman panjang tentang bagaimana mereka bertahan di tengah asap. Namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan kabut asap meninggalkan dampak besar bagi kehidupan primata di berbagai wilayah tropis dunia. Studi berjudul “Impacts of Fire and Haze on Non-Human Primates” mengumpulkan data dari 164 spesies primata di 45 negara. Indonesia menjadi negara dengan data terbanyak dalam penelitian ini. Mayoritas informasi berasal dari populasi liar.