• Beranda
  • Fakultas Kehutanan
  • UGM
Universitas Gadjah Mada Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Personalia
  • Penelitian
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Kekayaan Intelektual
    • Video
  • Kursus & Pelatihan
  • Artikel
  • Galeri
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 3
Pos oleh :

admin #1

Focus Group Discussion “Pengembangan Sistem Informasi Deteksi Dini Konflik Manusia-Gajah Berbasis WebGIS melalui Pemanfaatan Bioakustik dan Mobile Application di Bentang Alam Bukit Tigapuluh”

Berita Kamis, 6 Oktober 2022

“Semangat konservasi gajah bukan dalam mitigasi konflik saja, tetapi lebih ke bagaimana menyelamatkan gajah dan manusia secara bersamaan,” sebuah pesan yang sangat berkesan dari Alm. Bapak Rahmad Saleh, S. Hut., M. Sc. mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada Selasa (13/09).

SATWA LIAR FKT UGM- Fakultas Kehutanan UGM telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama BKSDA Jambi, FZS, dan beberapa stakeholder terkait. FGD yang diadakan di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG), Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo ini merupakan rangkaian dari program “Pengembangan Sistem Informasi Deteksi Dini Konflik  Manusia-Gajah Berbasis WebGIS melalui Pemanfaatan Bioakustik dan Mobile Application di Bentang Alam Bukit Tigapuluh” yang dimulai sejak bulan Maret lalu. read more

Mitigasi Konflik Manusia- Gajah: Pendekatan Teknologi Monitoring menggunakan GPS Collar

Berita Rabu, 5 Oktober 2022

SATWA LIAR FKT UGM- Senin (26/09), Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar UGM mengadakan Kuliah Umum Mitigasi Konflik Manusia- Gajah terkait  “Pendekatan Teknologi Monitoring menggunakan GPS Collar”.  Kuliah umum yang diadakan melalui platform zoom ini, mengundang salah satu alumni Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM untuk menjadi pembicara. Tepatnya alumnus Angkatan 2014, Mas Hilal Fikriansyah, S.Hut., yang saat ini bekerja menjadi Chief Coordinator Wildlife Protection Unit, Frankfurt Zoological Society (FZS). read more

WECMIC 2022: The Second Wildlife Ecology, Conservation, Management International Conference

Berita Senin, 8 Agustus 2022

Bumi ditempati oleh jutaan spesies flora dan fauna yang membentuk berbagai ekosistem dengan kekayaan hayati beragam. Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman, perubahan lingkungan secara global seperti perubahan iklim, alih fungsi hutan, hingga penggundulan hutan membuat kondisi keanekaragaman hayati, khususnya satwa liar, kian mengkhawatirkan. Tidak menutup kemungkinan, ancaman dan tekanan yang sedang berlangsung saat ini dapat menjadi penyebab dari kepunahan berbagai spesies hingga kerusakan secara keseluruhan. read more

Sosialisasi Pengembangan Sistem Informasi Deteksi Dini Konflik Manusia – Gajah berbasis WebGIS melalui Pemanfaatan Mobile Application dan Bioakustik di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh – Jambi

Berita Jumat, 3 Juni 2022

SATWALIAR.FKT.UGM – Mengakhiri bulan Mei, kegiatan pengembangan sistem deteksi dini telah sampai pada agenda sosialisasi yang berlokasi di Hotel Odua Weston, Jambi pada Selasa (31/05/2022). Sosialisasi diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bertujuan untuk memperkenalkan tujuan serta rangkaian program kepada para stakeholder yang terlibat. Tak hanya itu, sosialisasi ini juga digunakan  sebagai penanda dimulainya kegiatan pengambilan data lapangan pada bulan Juni ini. read more

Pelatihan Penggunaan Alat Bioakustik untuk Monitoring Konflik Manusia-Gajah (KMG)

Berita Selasa, 17 Mei 2022

SATWALIAR.FKT.UGM – Masih dalam rangkaian pengembangan sistem deteksi dini, pembangunan database suara gajah menjadi pondasi penting dalam keberhasilan sistem ini. Pada hari Rabu (11 Mei 2022) dan Kamis (12 Mei 2022), kami mengadakan pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan menyiapkan sumber daya dalam pengumpulan dan analisis data suara gajah. Pelatihan kami lakukan di Gadjah Mada University Club dan di Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM). read more

Perencanaan dan Perancangan Sistem Informasi

Berita Kamis, 28 April 2022

Tim pelaksanan program menyadari bahwa perencanaan dan perancangan sistem informasi menjadi salah satu dasar penting dalam pembangunan sistem deteksi dini. Senin (18/4), tim pelaksana telah melakukan diskusi secara komprehensif untuk pembangunan sistem informasi deteksi dini Konflik Manusia-Gajah (KMG). Diskusi ini dipandu oleh Febrian Edi Nugroho sebagai moderator, dan diawali dengan sharing hasil audiensi dengan stakeholder di Jambi yang dilaksanakan tanggal 6-8 April 2022. Agenda kedua adalah pemaparan konsep, desain sistem dan desain antarmuka untuk aplikasi android, dan webgis. Lebih rincinya telah membahas mengani Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, dan Desain User Interface. Kegiatan selanjutnya adalah diskusi yang menghasilkan kesepakatan tim mengenai pengembangan sistem informasi. read more

Pengembangan Sistem Informasi Berbasis WebGIS dan Database Bioakustik Gajah untuk Monitoring Konflik Manusia-Gajah

Berita Rabu, 27 April 2022

Sistem informasi deteksi dini KGM berbasis WebGIS dengan memanfaatkan mobile application dan bioakustik merupakan terobosan baru dalam upaya mitigasi KGM sehingga perencanaannya perlu dibahas secara matang melalui Forum Group Discussion (FGD) (17/03). Diskusi ini difokuskan untuk merancang alur kerja sistem informasi deteksi dini KMG yang efektif, efisien, dan tepat guna. Selain itu, dalam FGD juga akan dibahas mengenai manajemen database bioakustik yang mempunyai peran krusial dalam menunjang jalannya sistem informasi yang akan dikembangkan ini. read more

Audiensi dengan Berbagai Pihak Terkait dalam Pengembangan Sistem Deteksi Dini Konflik Manusia-Gajah

Berita Rabu, 27 April 2022

Konflik manusia-gajah (KMG) menjadi suatu masalah yang tidak bisa terhindarkan di tengah persaingan kebutuhan ruang antara manusia dan gajah. Upaya mitigasi konflik dengan early warning system (EWS) sebenarnya telah dikembangkan oleh lembaga lokal, salah satunya GPS collar. Upaya ini memungkinkan posisi gajah dapat terdeteksi lebih dini, namun dalam penggunaannya masih memiliki berbagai tantangan.

Kunjungan ke kantor Balai KSDA Jambi

Fakultas Kehutanan UGM bekerjasama dengan Tropical Forest Conservation Action­-Sumatra (TFCA-Sumatera) mengembangkan sistem informasi yang akan menggunakan teknologi bioakustik dan mobile application yang diterjemahkan sebagai informasi potensi konflik. Program ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga kami sebagai tim pelaksana melakukan audiensi ke beberapa instansi, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Frankfurt Zoological Society, dan Forest Programme II. read more

Masih Mengira Kukang Banyak Makan Buah?

Berita Rabu, 20 April 2022

Ditulis oleh: Tungga Dewi Hastomo Putri

“You are what you eat” adalah frasa bahasa Inggris yang mungkin cocok dirasa untuk mengawali artikel ini. Ungkapan tersebut banyak digunakan untuk mengulik hubungan di balik manusia dan pilihan dietnya dengan berbagai aspek kehidupan seperti perilaku, mentalitas, filosofi bahkan hingga status sosial dan komunitas tempat dia berada atau berasal. Tapi, semenjak manusia secara taxonomi juga merupakan anggota family Homonidae, saya rasa ungkapan tersebut juga dapat digunakan sebagai acuan dalam kita merumuskan research question untuk penelitian diet hewan. read more

Vokalisasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di CRU Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser

Berita Selasa, 14 Desember 2021

Ditulis oleh: Giot M I Simanullang

Berbicara tentang gajah sepertinya tidak ada habisnya, mamalia terbesar ini memiliki keunikan tersendiri, mulai dari perilaku, kehidupan berkelompoknya, hingga cara mereka berkomunikasi. Keunikan inilah yang membuat saya ingin mengenal lebih jauh lagi mamalia yang satu ini terlebih tentang cara mereka berkomunikasi, Beberapa bulan yang lalu saya berkesempatan melakukan penelitian tentang vokalisasi gajah di salah satu taman nasional di pulau Sumatera yaitu Taman Nasional Gunung Leuser tepatnya di CRU (Conservation Responses Unit) Tangkahan atau saat ini disebut Pusat Latihan Satwa Khusus, Resor Tangkahan. Untuk menuju lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan umum atau pribadi selama 3-4 jam dari kota Medan. Resor Tangkahan termasuk zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Leuser. Wilayah ini merupakan tempat wisata yang menyimpan banyak potensi dan keindahan di dalamnya, banyak yang menyebutnya “The Real Hidden Paradise“, dan memang benar keindahan sungai. jembatan, hamparan hutan luas dan segala sesuatu di dalamnya memang patut diacungi jempol. read more

1234
Universitas Gadjah Mada

Locally Rooted Globally Respected

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY