• Beranda
  • Fakultas Kehutanan
  • UGM
Universitas Gadjah Mada Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Personalia
  • Penelitian
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Kekayaan Intelektual
    • Video
  • Kursus & Pelatihan
  • Artikel
  • Galeri
  • Kontak
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 2
Pos oleh :

admin #1

Sistem Informasi Monev untuk Rehabilitasi Mangrove – SISFO Mangrove

Berita Jumat, 10 November 2023

SATWA LIAR UGM- Langkah awal dalam melaksanakan rehabilitasi ekosistem mangrove secara komprehensif dimulai dengan intervensi pembangunan dan pembentukan kerangka kebijakan. Hal tersebut melibatkan penyusunan dokumen-dokumen peraturan mulai dari tingkat peraturan pemerintah hingga tingkat regional, termasuk peraturan di tingkat daerah dan desa, yang mengatur tentang tata kelola dan pola kerja dalam melindungi ekosistem mangrove.

Perkembangan jaman yang semakin canggih, tentunya dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove, perlu untuk menambahkan unsur teknologi seperti membangun sistem informasi berbasis internet of things. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melakukan inisiasi dengan membangun sistem informasi rehabilitasi ekosistem mangrove yang bertujuan meningkatkan kualitas kegiatan rehabilitasi sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Melalui proses digitalisasi juga diharapkan ada akses terbuka terhadap informasi yang memungkinkan masyarakat umum untuk dengan mudah menggali dan mencari informasi tentang rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia tanpa mengorbankan kerahasiaan pihak-pihak tertentu. read more

Inventarisasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati Fauna di Wilayah Kerja PT Kilang Pertamina Internasional Unit II Dumai

Berita Kamis, 28 September 2023

SATWA LIAR FKT UGM-Industri migas bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup merupakan stereotype klasik yang lahir dari kegiatan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak terbarukan. Beberapa dekade terakhir teknologi ramah lingkungan dan skema pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan kerja yang eco-friendly yang diterapkan menjadi langkah progresif bagi pelaku di sektor minyak dan gas bumi. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan amanat bagi sektor Migas untuk turut serta dalam pengelolaan lingkungan hidup di dalam wilayah kerjanya yang tertuang dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 dan ditegaskan kembali dalam Bab VIII Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pada pasal 72 disebutkan bahwa: “ Kontraktor yang melaksanakan kegiatan usaha hulu wajib menjamin dan menaati ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengembangan masyarakat setempat”. read more

Pemasangan dan Jajak Lapangan Sistem Informasi untuk Deteksi Dini Konflik Manusia-Gajah (SI Datuk Gedang)

BeritaSI Datuk Gedang Kamis, 24 Agustus 2023

SATWA LIAR FKT UGM- Masih ingat dengan sistem informasi Datuk Gedang yang sedang laboratorium kami kembangkan? Pada pertengahan tahun ini, tepatnya di akhir Juli lalu (21/07) hingga (25/07), kami sudah melaksanakan pemasangan alat dan pelatihan penggunaan sistem informasi Datuk Gedang di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG), Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Foto bersama peserta pelatihan Sistem Informasi Datuk Gedang

Kedatangan tim ke PIKG diawali dengan pemasangan alat yang dilakukan selama beberapa hari. Proses pemasangan ini melibatkan upaya kolaboratif dari para teknisi dan anggota tim lainnya. Penentuan titik pemasangan alat didasarkan pada hasil survei yang juga dilakukan pada hari tersebut dengan pertimbangan pergerakan gajah dan kondisi lapangan. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan alat yang telah dipasang dapat menghasilkan data dan informasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan. read more

Call for Proposals: Bioacoustics Equipment and Training Program (BEAT) untuk Indonesia dan Malaysia

Berita Kamis, 27 Juli 2023

(Deadline: 23:59 WIB; 1 September 2023)

Program Bioacoustics Equipment and Training (BEAT) membuka penerimaan proposal untuk tahun 2023 sampai 2024 bagi tim yang tertarik dalam bidang acoustic monitoring. Program yang diselenggarakan oleh K.Lisa Yang Center for Conservation Bioacoustics bersama Universitas Gadjah Mada dan Universiti Malaysia Terengganu ini terbuka bagi tim peneliti yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Persyaratan dan informasi lebih lanjut terlampir dalam file di bawah ini, atau bisa diakses dan didownload melalui LINK INI. read more

Pelantikan Prof. Satyawan Pudyatmoko sebagai Dirjen KSDAE

Berita Rabu, 3 Mei 2023

Pada (2/05/2023), tepatnya di hari Rabu, dosen kami Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc telah resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami segenap keluarga laboratorium pengelolaan satwa liar mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan dan posisi baru yang akan dijalani. Semoga selalu diberi kesuksesan dan kelancaran dalam menjalankan tugas dan amanah baru, Prof. Salam Konservasi!

Workshop Penggunaan Bioakustik untuk Konservasi

Berita Senin, 9 Januari 2023

Foto bersama peserta Workshop Bioakustik

Workshop Pelatihan Bioakustik diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan University of Georgia yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 2-3 Januari 2023 di Ruang Multimedia, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Kristen Smith Morrow, seorang Ph.D Candidate di University of Georgia, Amerika Serikat, yang sedang melakukan penelitian dengan pendekatan bioakustik di Kalimantan Tengah, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga praktisi di lapangan. read more

BORNEO Model: Mensimulasikan Dampak Gangguan Hutan terhadap Pergerakan Orangutan

Artikel populer Jumat, 16 Desember 2022

Apa hal yang paling ditunggu saat melihat orang utan di habitat alaminya? Tentu bisa melihat mereka bergerak bebas kesana- kemari, bergelantungan dari dahan ke dahan untuk mengambil buah masak, lalu dimakan. Namun, bagaimana jika tak banyak lagi dahan yang terhubung?

Meski dikenal sebagai satwa arboreal, ternyata orang utan juga dapat melakukan lebih banyak gerakan terestrial pada kondisi tertentu. Salah satunya, ketika adanya gangguan hutan yang menyebabkan  penurunan kualitas habitat. Hal ini membuat orang utan mau tak mau harus beradaptasi, bahkan mengalami perubahan pola aktivitas harian yang berpotensi menurunkan kebugarannya. read more

Wildlife Tourism Exhibition: Kolaborasi Seni dalam Konservasi

Berita Jumat, 16 Desember 2022

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., membuka kegiatan Wildlife Tourism Exhibition yang diadakan pada 12-13 Desember lalu di Selasar Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan. Kegiatan pameran ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar bersama Prodi Desain interior Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pak Sigit mengungkapkan, Fakultas Kehutanan yang terdiri dari empat pilar memiliki peluang besar untuk terus berkolaborasi dengan prodi lain. “Konservasi, manajemen, silvikultur, dan teknologi hasil hutan sama- sama punya peluang untuk terus bekerjasama dengan prodi lain, khususnya Desain Interior,” ujarnya. Selain Pak Sigit, juga hadir Dosen Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta, Setya Budi Astanto, M.Sn,  dan Kepala Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar, Dr. Muhammad Ali Imron, yang turut membuka pameran ini. read more

Berpetualang Mencari Suara Gajah Kalimantan di Malaysia

Berita Senin, 5 Desember 2022

SATWA LIAR FKT UGM – Perjalanan kali ini cukup panjang. Rahma Ayu Nabila dan Giot Simanullang bersama dengan Dr. Muhammad Ali Imron, mengunjungi sebuah kampung yang ada di Sabah, Malaysia. Namanya kampung Sukau, butuh perjalanan kurang lebih sehari-semalam dari Yogyakarta untuk menuju ke lokasi ini. Di sana, kami bertemu dengan Dr. Alexander Mossbrucker dan Karl Radtke dari International Elephant Project (IEP) dan Sumatran Elephant Conservation Initiative (SECI) yang sudah sampai terlebih dahulu. read more

Deteksi Kehadiran Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Menggunakan Teknologi Bioakustik di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi

Berita Senin, 5 Desember 2022

SATWA LIAR FKT UGM – Tak hanya unik dari segi ukuran, gajah juga memiliki keunikan pada suaranya atau biasa dikenal sebagai vokalisasi. Tidak asal dalam mengeluarkan suara, ternyata gajah memiliki vokalisasi khusus melalui pola, durasi, dan tujuan tertentu. Pada bulan Juni hingga Agustus 2022, saya berkesempatan untuk melakukan penelitian yang bekerjasama dengan IEP (International Elephant Project) tentang bioakustik gajah sumatera. Dengan judul “Deteksi Kehadiran Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) Menggunakan Teknologi Bioakustik di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi”. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Sekalo dan Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Selama 3 bulan ini, saya dan rekan saya menginap di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Tebo, Jambi. PIKG Tebo merupakan sebuah lokasi yang didirikan oleh BKSDA Jambi sebagai pusat lokasi penyampaian informasi dan edukasi terkait konservasi gajah sumatera di KEE Datuk Gedhang. PIKG Tebo memiliki 5 gajah sumatera jinak yang dulu didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas. Terdiri dari 3 betina dan 2 jantan yang bernama Juwita, Kalangi, Tiara, Leo, dan Rendo dengan mahout (pawang) masing- masing. read more

1234
Universitas Gadjah Mada

Locally Rooted Globally Respected

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY