SATWA LIAR FKT UGM-Industri migas bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup merupakan stereotype klasik yang lahir dari kegiatan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak terbarukan. Beberapa dekade terakhir teknologi ramah lingkungan dan skema pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan kerja yang eco-friendly yang diterapkan menjadi langkah progresif bagi pelaku di sektor minyak dan gas bumi. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan amanat bagi sektor Migas untuk turut serta dalam pengelolaan lingkungan hidup di dalam wilayah kerjanya yang tertuang dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 dan ditegaskan kembali dalam Bab VIII Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pada pasal 72 disebutkan bahwa: “ Kontraktor yang melaksanakan kegiatan usaha hulu wajib menjamin dan menaati ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengembangan masyarakat setempat”.
Berita
SATWA LIAR FKT UGM- Masih ingat dengan sistem informasi Datuk Gedang yang sedang laboratorium kami kembangkan? Pada pertengahan tahun ini, tepatnya di akhir Juli lalu (21/07) hingga (25/07), kami sudah melaksanakan pemasangan alat dan pelatihan penggunaan sistem informasi Datuk Gedang di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG), Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kedatangan tim ke PIKG diawali dengan pemasangan alat yang dilakukan selama beberapa hari. Proses pemasangan ini melibatkan upaya kolaboratif dari para teknisi dan anggota tim lainnya. Penentuan titik pemasangan alat didasarkan pada hasil survei yang juga dilakukan pada hari tersebut dengan pertimbangan pergerakan gajah dan kondisi lapangan. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan alat yang telah dipasang dapat menghasilkan data dan informasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
(Deadline: 23:59 WIB; 1 September 2023)
Program Bioacoustics Equipment and Training (BEAT) membuka penerimaan proposal untuk tahun 2023 sampai 2024 bagi tim yang tertarik dalam bidang acoustic monitoring. Program yang diselenggarakan oleh K.Lisa Yang Center for Conservation Bioacoustics bersama Universitas Gadjah Mada dan Universiti Malaysia Terengganu ini terbuka bagi tim peneliti yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Persyaratan dan informasi lebih lanjut terlampir dalam file di bawah ini, atau bisa diakses dan didownload melalui LINK INI.
Pada (2/05/2023), tepatnya di hari Rabu, dosen kami Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc telah resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kami segenap keluarga laboratorium pengelolaan satwa liar mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan dan posisi baru yang akan dijalani. Semoga selalu diberi kesuksesan dan kelancaran dalam menjalankan tugas dan amanah baru, Prof. Salam Konservasi!

Workshop Pelatihan Bioakustik diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan University of Georgia yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 2-3 Januari 2023 di Ruang Multimedia, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Pelatihan ini menghadirkan narasumber Kristen Smith Morrow, seorang Ph.D Candidate di University of Georgia, Amerika Serikat, yang sedang melakukan penelitian dengan pendekatan bioakustik di Kalimantan Tengah, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga praktisi di lapangan.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., membuka kegiatan Wildlife Tourism Exhibition yang diadakan pada 12-13 Desember lalu di Selasar Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan. Kegiatan pameran ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar bersama Prodi Desain interior Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pak Sigit mengungkapkan, Fakultas Kehutanan yang terdiri dari empat pilar memiliki peluang besar untuk terus berkolaborasi dengan prodi lain. “Konservasi, manajemen, silvikultur, dan teknologi hasil hutan sama- sama punya peluang untuk terus bekerjasama dengan prodi lain, khususnya Desain Interior,” ujarnya. Selain Pak Sigit, juga hadir Dosen Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta, Setya Budi Astanto, M.Sn, dan Kepala Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar, Dr. Muhammad Ali Imron, yang turut membuka pameran ini.
SATWA LIAR FKT UGM – Perjalanan kali ini cukup panjang. Rahma Ayu Nabila dan Giot Simanullang bersama dengan Dr. Muhammad Ali Imron, mengunjungi sebuah kampung yang ada di Sabah, Malaysia. Namanya kampung Sukau, butuh perjalanan kurang lebih sehari-semalam dari Yogyakarta untuk menuju ke lokasi ini. Di sana, kami bertemu dengan Dr. Alexander Mossbrucker dan Karl Radtke dari International Elephant Project (IEP) dan Sumatran Elephant Conservation Initiative (SECI) yang sudah sampai terlebih dahulu.
SATWA LIAR FKT UGM – Tak hanya unik dari segi ukuran, gajah juga memiliki keunikan pada suaranya atau biasa dikenal sebagai vokalisasi. Tidak asal dalam mengeluarkan suara, ternyata gajah memiliki vokalisasi khusus melalui pola, durasi, dan tujuan tertentu. Pada bulan Juni hingga Agustus 2022, saya berkesempatan untuk melakukan penelitian yang bekerjasama dengan IEP (International Elephant Project) tentang bioakustik gajah sumatera. Dengan judul “Deteksi Kehadiran Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) Menggunakan Teknologi Bioakustik di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi”. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Sekalo dan Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Selama 3 bulan ini, saya dan rekan saya menginap di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Tebo, Jambi. PIKG Tebo merupakan sebuah lokasi yang didirikan oleh BKSDA Jambi sebagai pusat lokasi penyampaian informasi dan edukasi terkait konservasi gajah sumatera di KEE Datuk Gedhang. PIKG Tebo memiliki 5 gajah sumatera jinak yang dulu didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas. Terdiri dari 3 betina dan 2 jantan yang bernama Juwita, Kalangi, Tiara, Leo, dan Rendo dengan mahout (pawang) masing- masing.
“Semangat konservasi gajah bukan dalam mitigasi konflik saja, tetapi lebih ke bagaimana menyelamatkan gajah dan manusia secara bersamaan,” sebuah pesan yang sangat berkesan dari Alm. Bapak Rahmad Saleh, S. Hut., M. Sc. mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada Selasa (13/09).
SATWA LIAR FKT UGM- Fakultas Kehutanan UGM telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama BKSDA Jambi, FZS, dan beberapa stakeholder terkait. FGD yang diadakan di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG), Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo ini merupakan rangkaian dari program “Pengembangan Sistem Informasi Deteksi Dini Konflik Manusia-Gajah Berbasis WebGIS melalui Pemanfaatan Bioakustik dan Mobile Application di Bentang Alam Bukit Tigapuluh” yang dimulai sejak bulan Maret lalu.
SATWA LIAR FKT UGM- Senin (26/09), Laboratorium Pengelolaan Satwa Liar UGM mengadakan Kuliah Umum Mitigasi Konflik Manusia- Gajah terkait “Pendekatan Teknologi Monitoring menggunakan GPS Collar”. Kuliah umum yang diadakan melalui platform zoom ini, mengundang salah satu alumni Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM untuk menjadi pembicara. Tepatnya alumnus Angkatan 2014, Mas Hilal Fikriansyah, S.Hut., yang saat ini bekerja menjadi Chief Coordinator Wildlife Protection Unit, Frankfurt Zoological Society (FZS).